Tulisan Anggota
Valentine; Bagi Kasih Sayang Itu Penting, Untuk Diri Sendiri Juga!
Fammindonesia
·
14 February 2020
Ini merupakan salah satu judul
tulisan yang panjang yang saya tulis. Entah kenapa, standpoint yang ingin disampaikan dalam tulisan ini memang ingin tertangkap
langsung oleh pembaca melalui judulnya.
Tulisan ini saya tulis dalam rangka
menyambut hari kasih sayang yang sedang banyak oranglain rayakan, biasanya
dengan kekasih hati. Dan tulisan ini tidak akan bercerita sejarah, asal-usul beserta
tokoh-tokoh valentine tersebut,
apalagi membicarakan beragam fakta dan mitosnya.
Valentine atau
dikenal Hari kasih sayang semestinya dirayakan setiap hari dan perayaan itu
tidak melulu soal hal material, seperti memberi coklat, bunga mawar merah, kado
kecil dan lain sebagainya. Tentu dirayakan
dengan porsi yang tepat dan sesuai substansinya: kasih sayang itu sendiri. Apalagi
bagi pencinta, kasih sayang harusnya dirayakan dengan penghayatan setiap hari
dan setiap detik tanpa menunggu momentum. Begitulah pencinta sejati, kawan!.
Tapi setidaknya, bagi kita yang
kebanyakan memang selalu terdorong oleh momentum, hari kasih sayang itu menjadi
ruang mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang tadi, minimal tersadar karena
dorongan populis tersebut.
Yang harus digaris bawahi, apakah
hari kasih sayang itu hanya harus bisa dirayakan oleh sepasang kekasih? Oleh orang
yang saling menyayangi? Oleh diri kita dengan orang atau hal lain? Menurutku,
tentu saja tidak.
Hari kasih sayang yang biasanya
dirayakan untuk mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang pada oranglain, saya
interpretasi kembali dengan memaknai hari ini sebagai upaya menyayangi diri sendiri:
self love, self care.
Mengapa? Tentu ini adalah
refleksi pribadi. Entah kenapa, sejauh ini saya telah merasa jauh dengan diri
sendiri. Saya terlalu keras terhadap diri sendiri yang kemudian menjadi lembek
kepada hal lain, selain diri sendiri tersebut. Betapa tidak, kita seringkali
selalu berusaha menyenangkan banyak orang yang dilain pihak tidak menyenangkan diri
sendiri. Saya menyadari demikian, bagaimana
denganmu?
Dan saya memilih sebagai bentuk pengungkapan hari kasih sayang yang saya maknai ulang adalah dengan menulis tentang ini. Menulis merupakan pilihan saya mewujudkan self care-self love. Melalui menulis saya menumpahkan apa yang ada di kepala, keresahan ataupun perasaan lainnya bahkan sebagai ‘upaya pengalihan’ saya dari memikirkan dan melakukan hal lain yang kontra produktif dan tentunya itu merugikan dan menyusahkan saya pribadi bahkan oranglain. Dan semoga, pilihan menulis ini menyehatkan.
Terakhir, semoga tulisan ini juga
dalam rangka saya membagi kasih sayang itu pada siapapun yang mau membaca
tulisan ini. Saya ingin bertanya sekaligus mengajak; sudahkah hari ini menyayangi
diri sendiri? Jika belum dan kita masih sibuk dengan membagi sayang kepada
orang dan hal lain, hari esok masih ada. Kita masih punya waktu untuk bisa
menyenangkan diri sendiri yang itu juga penting, dibanding kita terus bekerja
keras menunjukan kasih sayang pada oranglain, apalagi jika hanya sepihak.
Ya, menunjukan kasih sayang pada orang lain adalah boleh dan sah-sah saja apalagi jika kita sanggup melakukannya, tapi jangan lupa bahwa kita masih memiliki diri sendiri yang bisa saja selama ini kita anggap oranglain. Dan yang paling penting adalah kita harus sama-sama yakin bahwa self care dan self love itu bukan egois!.
Dan yang pasti, jika kita telah mencintai diri sendiri, selesai dengan diri sendiri, jika kita masih punya kekuatan untuk mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang pada orang atau hal lain, tentu hal itu lebih optimal bukan?
tulisan yang panjang yang saya tulis. Entah kenapa, standpoint yang ingin disampaikan dalam tulisan ini memang ingin tertangkap
langsung oleh pembaca melalui judulnya.
Tulisan ini saya tulis dalam rangka
menyambut hari kasih sayang yang sedang banyak oranglain rayakan, biasanya
dengan kekasih hati. Dan tulisan ini tidak akan bercerita sejarah, asal-usul beserta
tokoh-tokoh valentine tersebut,
apalagi membicarakan beragam fakta dan mitosnya.
Valentine atau
dikenal Hari kasih sayang semestinya dirayakan setiap hari dan perayaan itu
tidak melulu soal hal material, seperti memberi coklat, bunga mawar merah, kado
kecil dan lain sebagainya. Tentu dirayakan
dengan porsi yang tepat dan sesuai substansinya: kasih sayang itu sendiri. Apalagi
bagi pencinta, kasih sayang harusnya dirayakan dengan penghayatan setiap hari
dan setiap detik tanpa menunggu momentum. Begitulah pencinta sejati, kawan!.
Tapi setidaknya, bagi kita yang
kebanyakan memang selalu terdorong oleh momentum, hari kasih sayang itu menjadi
ruang mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang tadi, minimal tersadar karena
dorongan populis tersebut.
Yang harus digaris bawahi, apakah
hari kasih sayang itu hanya harus bisa dirayakan oleh sepasang kekasih? Oleh orang
yang saling menyayangi? Oleh diri kita dengan orang atau hal lain? Menurutku,
tentu saja tidak.
Hari kasih sayang yang biasanya
dirayakan untuk mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang pada oranglain, saya
interpretasi kembali dengan memaknai hari ini sebagai upaya menyayangi diri sendiri:
self love, self care.
Mengapa? Tentu ini adalah
refleksi pribadi. Entah kenapa, sejauh ini saya telah merasa jauh dengan diri
sendiri. Saya terlalu keras terhadap diri sendiri yang kemudian menjadi lembek
kepada hal lain, selain diri sendiri tersebut. Betapa tidak, kita seringkali
selalu berusaha menyenangkan banyak orang yang dilain pihak tidak menyenangkan diri
sendiri. Saya menyadari demikian, bagaimana
denganmu?
Dan saya memilih sebagai bentuk pengungkapan hari kasih sayang yang saya maknai ulang adalah dengan menulis tentang ini. Menulis merupakan pilihan saya mewujudkan self care-self love. Melalui menulis saya menumpahkan apa yang ada di kepala, keresahan ataupun perasaan lainnya bahkan sebagai ‘upaya pengalihan’ saya dari memikirkan dan melakukan hal lain yang kontra produktif dan tentunya itu merugikan dan menyusahkan saya pribadi bahkan oranglain. Dan semoga, pilihan menulis ini menyehatkan.
Terakhir, semoga tulisan ini juga
dalam rangka saya membagi kasih sayang itu pada siapapun yang mau membaca
tulisan ini. Saya ingin bertanya sekaligus mengajak; sudahkah hari ini menyayangi
diri sendiri? Jika belum dan kita masih sibuk dengan membagi sayang kepada
orang dan hal lain, hari esok masih ada. Kita masih punya waktu untuk bisa
menyenangkan diri sendiri yang itu juga penting, dibanding kita terus bekerja
keras menunjukan kasih sayang pada oranglain, apalagi jika hanya sepihak.
Ya, menunjukan kasih sayang pada orang lain adalah boleh dan sah-sah saja apalagi jika kita sanggup melakukannya, tapi jangan lupa bahwa kita masih memiliki diri sendiri yang bisa saja selama ini kita anggap oranglain. Dan yang paling penting adalah kita harus sama-sama yakin bahwa self care dan self love itu bukan egois!.
Dan yang pasti, jika kita telah mencintai diri sendiri, selesai dengan diri sendiri, jika kita masih punya kekuatan untuk mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang pada orang atau hal lain, tentu hal itu lebih optimal bukan?
0 Komentar
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama membagikan pendapat Anda!