Olvy Tumbelaka
Program dan Manajemen Pengetahuan
Olvy Tumbelaka adalah seorang perempuan adat yang telah mendedikasikan lebih dari satu dekade untuk penguatan masyarakat adat, pendidikan populer feminis, dan advokasi keadilan ekologis di Indonesia. Ia saat ini menjabat sebagai Senior Campaigner di Kaoem Telapak, sebuah organisasi masyarakat sipil berbasis anggota yang fokus pada pengelolaan sumber daya alam secara adil dan lestari. Di posisi ini, Olvy memimpin riset terkait kehutanan, industri sawit, dan hak-hak masyarakat adat, serta mendorong reformasi kebijakan di tingkat nasional dan internasional. Ia juga memimpin tim kampanye dan mengelola program-program strategis bersama mitra donor.
Sejak 2010, Olvy terlibat aktif dalam perjuangan masyarakat adat di Kalimantan Timur bersama AMAN, termasuk dalam advokasi kebijakan pengakuan hak adat di Kabupaten Bulungan. Pada 2015, ia turut mendirikan PEREMPUAN AMAN Lou Bawe, sebuah organisasi perempuan adat yang membangun ruang kolektif untuk penyembuhan, pemberdayaan, dan pengorganisasian perempuan di wilayah terdampak industri ekstraktif. Ia terus mengembangkan pendekatan pendidikan kritis yang berakar pada identitas budaya, pengetahuan ekologis, dan solidaritas lintas komunitas.
Di tingkat nasional dan regional, Olvy aktif sebagai fasilitator dalam berbagai pelatihan politik dan kepemimpinan feminis, terutama bersama FAMM Indonesia. Bersama Tim FAMM Indonesia dan JASS SEA mengembangkan modul pelatihan seperti Behind the Scenes of Extractives: Money, Power, and Community Resistance dan Follow the Money, untuk memperkuat kapasitas aktivis muda dan perempuan di wilayah terdampak industri ekstraktif. Ia juga terlibat dalam pelatihan pemantau hutan independen, kaderisasi pemimpin muda adat, serta pendidikan metodologi untuk perempuan adat. Publikasi yang telah ia hasilkan antara lain Creating Clarity: an Analysis of the Challenges and Opportunities in the New Indonesian Sustainable Palm Oil (2022), Tracing the Path of Peatland Management (2025), dan Mahina Masohi (2016).
Secara internasional, Olvy pernah menjadi delegasi perempuan adat Indonesia dalam forum-forum global seperti COP21 Paris, Global Climate Action Summit di San Francisco, dan World Conference on Indigenous Peoples di New York. Pada 2022, ia melakukan tur advokasi ke Brussel dan London untuk mendorong regulasi perdagangan bebas deforestasi (EUDR dan UKDR). Pengalaman dan kiprah Olvy mencerminkan komitmen jangka panjang untuk membangun kekuatan kolektif perempuan adat dan komunitas terdampak dalam menghadapi krisis iklim, ketimpangan struktural, dan ketidakadilan ekologis.
Contact Info:
olvy@famm.or.id