Writeshop

FAMM Indonesia merupakan suatu wadah organisasi aktivis perempuan muda Indonesia yang mengemban nilai-nilai kesetaraan, adil gender, pluralis, multi generasi, merdeka dan saling mendukung. Sejak tahun 2007 sampai dengan pertengahan 2012, kegiatan penguatan kapasitas aktivis perempuan muda sudah dilakukan di bawah program Movement Building Institute (MBI).

Forum ini tetap menjadi ruang bagi para CO atau fasilitator yang bekerja dengan komunitas akar rumput untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan pengorganisasian anggota. Berangkat dari rangkaian kegiatan MBI yang dilakukan sejak 2007, muncul keinginan dari alumni MBI untuk mengasah kemampuan menulis mereka. Kemampuan menuangkan ide dan pengalaman dalam bentuk tulisan yang bisa dikonsumsi oleh khalayak umum diyakini menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong kemajuan gerakan perempuan dan gerakan sosial. Writeshop pertama telah dilakukan tahun 2010 dan menghasilkan sebuah buku berjudul “Prisma: Refleksi Pengorganisasian Aktivis Perempuan Muda Komunitas JASS”.

Keberagaman latar belakang komunitas yang didampingi dalam proses pengorganisasian merupakan kekayaan pengetahuan yang jika diolah dengan baik akan menjadi pembelajaran penting, tidak hanya bagi pegiat pengorganisasian itu sendiri tapi juga bagi pihak lain yang ingin belajar bagaimana melakukan proses pengorganisasian dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan. Diharapkan dari pengalaman dan tulisan alumni ini akan keluar pemaknaan “baru” terhadap kepemimpinan perempuan.

Keinginan itu juga muncul karena didorong oleh pengalaman pengorganisasian yang dimiliki oleh masing-masing alumni. Beragamnya latar belakang dan komunitas masyarakat yang didampingi dalam proses pengorganisasian yang dilakukan adalah kekayaan pengetahuan yang bisa menjadi pembelajaran penting, tidak hanya bagi pegiat pengorganisasian itu sendiri tapi bagi pihak lain yang ingin belajar bagaimana melakukan proses pengorganisasian.

Secara umum, writeshop bertujuan untuk menyediakan ruang bagi para alumni MBI untuk merefleksikan arti kepemimpinan bagi kawan-kawan dan penemuan (setelah melewati benturan) pemaknaan dalam realitas pribadi dan di lembaga. Selain itu juga agar alumni MBI mampu memanfaatkan social media sebagai alat kampanye kegiatan-kegiatan pengorganisasian komunitas akar rumput.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *