Pengumuman Juara Lomba Menulis Artikel

Pemenang Lomba Menulis Artikel

Selamat kepada beberapa naskah terpilih. Kami memilih empat tulisan yang paling menyentuh, menginspirasi dan paling menguatkan. Berikut adalah profil penulisnya:

Tulisan terbaik adalah Ayu Pawitri. Judul tulisannya “Kartini Kendeng: Merebut Ruang Perjuangan”

Ayu Pawitri, perempuan yang tumbuh dan besar di Bali. Baru saja menyelesaikan studi Ilmu Politik di Universitas Udayana. Mulai tertarik dengan isu perempuan dan lingkungan serta melihat interseksionalitas antar keduanya. Sampai saat ini masih terus belajar menulis, sebab menulis menjadi media untuk berbagi pengalaman sebagai perempuan khususnya. Saya dapat ditemui di media sosial Instagram & Twitter @sayupawitri.

Tulisan pilihan lainnya yang mendapat perhatian juri adalah Rizki Nurhaini, Siti Fuadilla dan Angela.

Rizki Nurhaini dengan judul “Membangun Ruang Aman Bagi Perempuan Dan Anak Di Pedesaan”. Rizki Nurhaini biasa dipanggil Kiki, seorang aktivis perempuan muda yang fokus pada isu perempuan dan anak. Saat ini ia tinggal di Jember dan menjadi direktur YPSM Jember.

Siti Fuadilla, tulisannya berjudul “Refleksi Pencarian Ruang Aman bagi Perempuan”. Siti Fuadilla, biasa dipanggil Dilla, saat ini sudah bekerja selama 4 tahun di salah satu Organisasi Non-Pemerintah terkait isu Perlindungan Anak. Selain itu, terlibat sebagai relawan dalam menginisiasi proyek sosial, EMPOWOMEN, program peningkatan kapasitas perempuan muda di Lampung sejak tahun 2017. Kemudian, menjadi relawan dalam menginisiasi wadah kolaborasi untuk membahas isu perempuan, Perempuan (di) Makassar sejak tahun 2019.

Angela menulis artikel berujudul “#DiRumahAja Selama Pandemi: Aman dari COVID-19, Tidak Aman dari Kekerasan Berbasis Gender”. J. Angela Ranee adalah nama pena dari Josephine Angela Ranitta Kusumadewi. Seorang perempuan kelahiran Semarang, 30 Juni 2000. Saat ini adalah seorang mahasiswi semester 5 S1 Bahasa Inggris asal Semarang yang sedang berusaha mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu gender dan seksualitas melalui tulisan.

Selamat kepada seluruh penulis yang mengirimkan naskahnya kepada kami. Kami mengapresiasi semua naskah yang masuk karena menulis dan mempublikasikan tulisan adalah upaya bagi FAMM Indonesia untuk mencatat pikiran, perasaan dan pengalaman perempuan.

Sampai bertemu dalam lomba menulis selanjutnya!