Pelatihan Pendamping Ruang Aman

Ruang aman merupakan strategi FAMM Indonesia untuk merawat anggota dan gerakan perempuan. Pengembangan ruang aman dilakukan berdasarkan pengalaman FAMM Indonesia mendorong regenerasi aktivis perempuan muda di akar rumput.

FAMM Indonesia mempunyai mandat menyediakan ruang untuk membangun rasa aman dan nyaman pada diri setiap anggota untuk berbagi cerita pribadi tanpa diskriminasi, tekanan fisik dan emosional, kritik, dan penghakiman. Ruang aman merupakan tempat berefleksi tentang dampak gerakan bagi diri seorang atau sekelompok aktivis dan berlangsung melalui diskusi di lokalatih secara tatap muka atau komunikasi interpersonal secara virtual antar anggota FAMM Indonesia. Setiap anggota FAMM Indonesia dapat menjadi ruang aman bagi anggota FAMM Indonesia dan aktivis lain untuk membongkar stigma dan luka batin dengan melakukan analisis kekuasaan bersama.

Selama ini ruang aman melekat pada pelatihan MBI (Movement Building Initiative) dan pelatihan menulis. Sejak Desember 2012, FAMM Indonesia memiliki seorang anggota sebagai fasilitator yang mengelola ruang aman yaitu Maria Mustika yang meninggal pada tahun 2017. Sejak itu, ruang aman ditangani secara kolektif oleh koordinator pelaksana dan representatif anggota di 5 wilayah. Namun, pengelolaan ruang aman tidak berjalan lancar karena kurangnya kapasitas tentang kesehatan mental dan keterbatasan waktu dari para pengelola.

Selama April-Agustus 2020, FAMM Indonesia melakukan pemetaan dampak pandemi COVID-19 terhadap anggota dan komunitas yang mereka dampingi. Beberapa perubahan sosial yang terjadi dan berdampak pada anggota meliputi cara berkomunikasi, pemutusan kontrak kerja, penghasilan menurun, beban kerja sebagai guru di rumah, dan peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan. Pembatasan mobilitas dan penutupan tempat kerja semakin menekan kehidupan ekonomi teman-teman LBTIQ yang sulit mengakses bantuan dari pemerintah.

Sehingga, kebutuhan memiliki pendamping ruang aman menjadi prioritas bagi FAMM Indonesia. Melalui pelatihan ini diharapkan mendorong anggota dalam meningkatkan kapasitas dan mengembangkan ruang aman yang diperoleh dan dipelajari ke komunitas dan/atau lembaga masing-masing.

Adapun kriteria peserta sebagai berikut:

  • Anggota FAMM Indonesia
  • Bersedia mengikuti pelatihan 4 kali selama satu bulan sesuai jadwal
  • Bersedia menjadi pendamping ruang aman di wilayah masing-masing
  • Bersedia menuliskan refleksi pelatihan untuk dipublikasikan

Jadwal Pertemuan:

  • 24 dan 27 November 2020
  • 1 dan 4 Desember 2020
  • Setiap pukul 15.00 WIB (tentatif)

Fasilitator dalam kegiatan ini adalah Nirmala Ika Kusuma, seorang Psikolog Klinis dari Enlighmind

Batas Pendaftaran: 20 November 2020

Registrasi: http://bit.ly/daftarkonselorRAFAMM

Catatan: Ada penggantian biaya komunikasi bagi peserta