Mengotak-atik Seksualitas

Bagaimana menuliskan pengalaman seksualitas? Tunggu dulu, mengapa pengalaman seksualitas perlu diceritakan? Bukankah itu pengalaman pribadi yang tidak perlu menjadi konsumsi publik? Bercerita merupakan bagian dari terapi bagi banyak orang, baik disadari maupun tidak disadari. Bercerita layaknya sebuah kebutuhan karena manusia ingin dipahami oleh orang lain dan juga ingin memahami orang lain. Namun, ada beberapa kisah yang dianggap tidak perlu diceritakan atau cukup bagi kalangan terdekat. Sal...
More

Kata “Tidak” bukan Berati Buruk

Perempuan yang pada 2017 ini menginjak usia 31 tahun bernama lengkap Turisih Widyowati. Asih sudah menjadi kordinator komunitas diskusi remaja dan kesehatan reproduksi di lembaga/pesantren Bayt al-Hikmah, selama kurang lebih 3 tahun. Tugas ini telah membawanya memperoleh banyak pengalaman dalam melakukan pengorganisasian, walaupun tentu saja banyak aral melintang, karena topik kesehatan reproduksi masih dianggap tabu oleh masyarakat . Karena hal terebut, masyarakat sering menyebut Bayt al-Hikmah...
More

Melawan Kekerasan dengan Membangun Ruang Aman

27 September 2015 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Wara Aninditari Larascintya Habsari atau yang sering dipanggil Ayash. Dia dihubungi oleh Ketua Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta Timur untuk mengisi kelas advokasi berbasis gender. “Aku sempat deg-degan karena dia bilang pelatihan ini untuk memberi landasan pengembangan kajian perempuan oleh kader Muhammadiyah," ujarnya. Acara yang digelar selama 3 hari ini diberi judul "Konstruksi Jati Diri IMMawati: filterisasi terhadap kapitalisme globa...
More

Kami Bukan Malaikat, Kami Bukan Penjahat

Oleh: Maria Mustika Menjadi perempuan yang feminis Bagaimana kita berbicara mengenai seksualitas kita sebagai perempuan? Tentu saja sulit sekali. Kata seks memiliki konotasi porno nan jorok dan membicarakannya menjadikanmu berpikiran jorok. Dengan alasan itulah perempuan ditabukan membahas (bahkan) seksualitasnya sendiri, dilarang membicarakan kelamin sendiri. Karena perempuan yang suka dengan “seks” adalah perempuan murahan dan tidak bermoral. Minimal, itulah yang dipercaya dalam masyarak...
More

25 Tahun perjuanganku

Berikut ini adalah cerita Brenda Myers-Powell yang berjuang keluar dari dunia prostitusi. Cerita ini diterjemahkan oleh Maria Mustika dari artikel asli di http://www.bbc.com/news/magazine-33113238?SThisFB. FAMM-Indonesia menerjemahkan karena tulisan ini memberi banyak inspirasi perempuan melalukan pengorganisasian serta mendorong seseorang untuk keluar dan bangkit dari lingkaran kekerasan. Brenda Myers-Powell hanya seorang anak ketika ia menjadi seorang pelacur di awal 1970-an. Di sini ia men...
More