Tya: Dari Korban menjadi Pendamping Pemberdayaan Perempuan Muda

Ruangan sesaat hening, hanya ada satu suara bercerita tentang pengalaman mendampingi perempuan-perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Isak tangis lirih terdengar dari kanan dan kiri, saya bisa merasakannya sebagai tangisan empati dan simpati. Saya pun menangis, tangisan lara yang dulu pada saat remaja pernah saya rasakan. Ingatan saya melayang ke waktu ketika saya berada di kelas dua SMA, menjelang ujian semester kedua, Ayah yang telah lama tidak pulang ke rumah, yang saya nanti-...
More

Menguatkan Gerakan Perempuan; Mulai Dari Memulihkan Diri

Seringkali, keterbatasan justru mendatangkan peluang. Setidaknya, ini pernah terjadi kepada Ajeng, perempuan kelahiran Jember ini. Awalnya, Rumah Perempuan Jember, tempatnya beraktivitas menjadi relawan, mendapatkan undangan untuk mengirimkan staf sebagai partisipan pada agenda Movement Building Initiative (MBI) yang dilakukan FAMM Indonesia di Malang. Saat itu, semua staf tidak ada yang bisa mewakili, karena memang jumlah staf sangat terbatas,hanya beberapa orang, akhirnya si sukarelawan lah ya...
More

Kami Bukan Malaikat, Kami Bukan Penjahat

Oleh: Maria Mustika Menjadi perempuan yang feminis Bagaimana kita berbicara mengenai seksualitas kita sebagai perempuan? Tentu saja sulit sekali. Kata seks memiliki konotasi porno nan jorok dan membicarakannya menjadikanmu berpikiran jorok. Dengan alasan itulah perempuan ditabukan membahas (bahkan) seksualitasnya sendiri, dilarang membicarakan kelamin sendiri. Karena perempuan yang suka dengan “seks” adalah perempuan murahan dan tidak bermoral. Minimal, itulah yang dipercaya dalam masyarak...
More