Perjuangan Kartini Belum Usai

Tulisan ini telah dimuat cetak di HU.Fajar Cirebon pada tanggal 21 April 2017. "Ibu kita Kartini putri sejati/Putri Indonesia harum namanya//Ibu kita Kartini pendekar bangsa/Pendekar kaumnya untuk merdeka//Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia/Sunguh besar cita-citanya, bagi Indonesia." LIRIK lagu Ibu Kita Kartini di atas dihapal hampir setiap anak bangsa ini. Hal ini menyiratkan begitu besar perjuangan seorang perempuan bernama Kartini. Lagu ini akan dinyanyikan beramai-ramai di sekola...
More

SAVE OUR SISTER-Nyalakan Cahaya Yuyun

Pada tahun 2015 Indonesia dinyatakan darurat kekerasan perempuan oleh Komnas Perempuan sebagai respon dari meningkatnya kekerasan terhadap perempuan sejak 2010. Kekerasan seksual tercatat sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan tertinggi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, terutama merujuk pada tahun 2015 di mana terjadi 1.657 kasus pemerkosaan. Catatan Komnas Perempuan menunjukkan kekerasan seksual terhadap perempuan terus terjadi di berbagai tempat di Indonesia dan menekankan pentingnya ke...
More

PEREMPUAN BERCERITA, PEREMPUAN BERDAYA KENAPA TIDAK BOLEH?

Pers release Sepertinya perbaikan demokrasi yang selama ini dilakukan masih sekedar manis dalam laporan tahunan belaka, karena belum lama ini demokrasi kembali diabaikan, penegakan hukum timpang dan rasa aman warga negara tidak lagi menjadi pertimbangan. Selang sekitar satu bulan sejak pembubaran paksa Festival Belok Kiri di Jakarta oleh kelompok Aswaja, kasus serupa terulang lagi di Yogyakarta oleh FUI. Kegiatan seni Ladyfast yang rencananya akan digelar selama 2 hari (2 dan 3 April 2016) di...
More

Menolak Diskriminasi dan Penindasan

PERS RELEASE MENOLAK DISKRIMINASI DAN PENINDASAN TERHADAP KOMUNITAS MINORITAS Pernyataan Menteri riset dan pendidikan tinggi kepada publik bahwa , ”Kampus itu adalah penjaga moral. LGBT tidak boleh masuk kampus karena tidak sesuai dengan nilai dan kesusilaan bangsa Indonesia,” justru dengan jelas beliau menunjukkan tidak memberikan ruang pendidikan bagi komunitas minoritas di Indonesia. Pernyataan ambigu ini dapat dengan mudah disalah sangka bahwa seseorang karena orientasi seksual, ekspresi g...
More

Reflection of Who We Are

On 10-11 December 2015, FAMM-Indonesia supported by JASS organized a reflection on our work for the past 3 years. It was 2-days intensive meeting attended by management team and sub-national representatives and facilitated by Valerie Miller, our friend from JASS and Coady Institute. We also had Chan Kunthea from JASS-SEA who helped with minutes of the meeting. We asked ourselves about our works in our organizations and how it contribute to FAMM-Indonesia work. Below is the summary of our disc...
More