Tidak melekat pada luka

Penulis: Maria Mustika “Tidak ada manusia yang kebal trauma, karena manusia tidak dapat menghindar dari terluka akibat orang lain. Serta manusia tidak dapat menghindari dirinya dari melukai orang lain, sadar maupun tidak” Kawanku mengatakan dengan tegas. Tidak ada orang yang hidupnya sangat sempurna, sehingga dirinya tidak pernah terluka ataupun menangis. Semua orang pernah mengalami hal tersebut. Tidak ada orang yang kebal disakiti ataupun bertindak tanpa cela sehingga tidak pernah melukai s...
More

Membangun gerakan dengan membuka diri

Penulis: Maria Mustika Pada awalnya aku memahami proses Personal Stories sebagai sebuah proses dalam MBI FAMM-I dalam membangun ruang aman bersama bagi anggota FAMM-I, untuk melepaskan emosi-emosi yang terasa menekan dan mendapatkan penguatan dari sesama aktivis perempuan muda yang bergerak dalam akar rumput. Namun dalam perkembangannya, aku semakin memahami personal stories tidak sekedar wadah untuk saling belajar, belajar mentoleransi kawan, membangun kebersamaan, meningkatkan kepekaan terh...
More

KURIKULUM 2013 DAN HAK ANAK

OLEH : HERLIA SANTI (Anggota FAMM Indonesia) Dimuat di Tribun Pekanbaru. Senin, 18 Agustus 2014 Tidak seperti biasanya, sore itu sepulang sekolah wajahnya kelihatan kesal. Dengan marah dia berkata, ” Adek tidak akan sekolah besok.” Segera kuhampiri dan dengan sabar aku menanyakan mengapa dia berkata begitu. Setelah susah payah membujuk, akhirnya dia berkata, harus menghapal tugas sekolah dan akan dipresentasikan di depan kelas besok. Semua siswa harus bisa, jika tidak maka akan dihukum. ...
More

“The Bad Luck” of Being A Young Woman

By Niken Lestari It never occured to me that writing my personal stories and share them in my blog can be part of activism. I always thought activism is something big, heroic, direct, brave, and masculine. Yes, masculine because I don't think marching to the public space, yelling, cursing, demanding are representing feminine values. It's masculine because I often frightened to be near the protesters, feel their anger through their expressions; their fists, their voices, their eyes, which remi...
More

Moment of Change as Social Entrepreneur

by Niken Lestari It was started as a surviving mechanism. As many activists aware, the annual working contract in local NGO is insufficient to provide long-term income. I was living in Jakarta, the capital of Indonesia which renown with its very expensive living cost. A few months before, I am married to a man who was also working in an NGO and we rented a humble one bedroom house. I was careful not to get pregnant before I know what lay ahead. Then the time came when our contracts expire...
More