Bina Masadah: Membangun Perdamaian melalui Perempuan Pesisir

Oleh Noni Tuharea Pulau Seram yang terletak di sebelah utara Pulau Ambon sangat kaya dengan sumber daya alam. Sejak tahun 2003 pulau seram terbagi menjadi 3 wilayah pemerintahan, Kabupaten Maluku Tengah yang beribukota di Masohi dan 2 Kabupaten Seram bagian Timur (SBT) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Nah, di SBB yang memiliki potensi alam yang melimpah inilah aku berada, berkarya dan mengembangkan komunitas perempuan. Awalnya sumber daya alam yang melimpah ini tidak dipedulikan, akiba...
More

Melawan Kekerasan dengan Membangun Ruang Aman

27 September 2015 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Wara Aninditari Larascintya Habsari atau yang sering dipanggil Ayash. Dia dihubungi oleh Ketua Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta Timur untuk mengisi kelas advokasi berbasis gender. “Aku sempat deg-degan karena dia bilang pelatihan ini untuk memberi landasan pengembangan kajian perempuan oleh kader Muhammadiyah," ujarnya. Acara yang digelar selama 3 hari ini diberi judul "Konstruksi Jati Diri IMMawati: filterisasi terhadap kapitalisme globa...
More

Mantap menjadi organisator bersama FAMM-I

Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui tentang penyakit kaki gajah atau filariasis. Penyakit ini umumnya terjadi di wilayah tropis. Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah merupakan daerah endemik filariasis. Penyakit ini disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui beberapa jenis nyamuk. “Meskipun bukan penyakit yang mematikan, namun bersifat menahun dan penderitanya sering mengalami stigma dan menghambat produktivitas,” ujar Midha yang aktif melakukan pengawasan terhada...
More

Kami Bukan Malaikat, Kami Bukan Penjahat

Oleh: Maria Mustika Menjadi perempuan yang feminis Bagaimana kita berbicara mengenai seksualitas kita sebagai perempuan? Tentu saja sulit sekali. Kata seks memiliki konotasi porno nan jorok dan membicarakannya menjadikanmu berpikiran jorok. Dengan alasan itulah perempuan ditabukan membahas (bahkan) seksualitasnya sendiri, dilarang membicarakan kelamin sendiri. Karena perempuan yang suka dengan “seks” adalah perempuan murahan dan tidak bermoral. Minimal, itulah yang dipercaya dalam masyarak...
More

Press Statement to respond Discriminative Regulation on Dressing Code in Kendari City

Press Statement from FAMM Indonesia in respond to Discriminative Regulation on Dressing Code in Kendari City Currently there is a regulation No. 18 year 2014 on the establishment of Dressing Code in the Kendari City being socialized and implemented. The goal of this regulation, issued by the Mayor of Kendari, H. Asrun, is to discipline the way people of Kendari, especially women, to dress. As for what is considered as a “good dress” is clothing that cover the limbs, not transparent and no...
More