Melawan Kekerasan dengan Membangun Ruang Aman

27 September 2015 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Wara Aninditari Larascintya Habsari atau yang sering dipanggil Ayash. Dia dihubungi oleh Ketua Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta Timur untuk mengisi kelas advokasi berbasis gender. “Aku sempat deg-degan karena dia bilang pelatihan ini untuk memberi landasan pengembangan kajian perempuan oleh kader Muhammadiyah," ujarnya. Acara yang digelar selama 3 hari ini diberi judul "Konstruksi Jati Diri IMMawati: filterisasi terhadap kapitalisme globa...
More

Mantap menjadi organisator bersama FAMM-I

Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui tentang penyakit kaki gajah atau filariasis. Penyakit ini umumnya terjadi di wilayah tropis. Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah merupakan daerah endemik filariasis. Penyakit ini disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui beberapa jenis nyamuk. “Meskipun bukan penyakit yang mematikan, namun bersifat menahun dan penderitanya sering mengalami stigma dan menghambat produktivitas,” ujar Midha yang aktif melakukan pengawasan terhada...
More

Kami Bukan Malaikat, Kami Bukan Penjahat

Oleh: Maria Mustika Menjadi perempuan yang feminis Bagaimana kita berbicara mengenai seksualitas kita sebagai perempuan? Tentu saja sulit sekali. Kata seks memiliki konotasi porno nan jorok dan membicarakannya menjadikanmu berpikiran jorok. Dengan alasan itulah perempuan ditabukan membahas (bahkan) seksualitasnya sendiri, dilarang membicarakan kelamin sendiri. Karena perempuan yang suka dengan “seks” adalah perempuan murahan dan tidak bermoral. Minimal, itulah yang dipercaya dalam masyarak...
More

Press Statement to respond Discriminative Regulation on Dressing Code in Kendari City

Press Statement from FAMM Indonesia in respond to Discriminative Regulation on Dressing Code in Kendari City Currently there is a regulation No. 18 year 2014 on the establishment of Dressing Code in the Kendari City being socialized and implemented. The goal of this regulation, issued by the Mayor of Kendari, H. Asrun, is to discipline the way people of Kendari, especially women, to dress. As for what is considered as a “good dress” is clothing that cover the limbs, not transparent and no...
More

Buka dan Bicarakan Mitos!

Oleh: Alifatul Arifiati ”Barangsiapa memegang alat kelaminnya sendiri, niscaya matanya akan minus, konsentrasi hafalan menjadi buyar dan lututnya akan keropos.” Paham ini populer di kalangan pesantren. Akibatnya, banyak santri perempuan merasa malu dan berdosa saat diminta membicarakan alat reproduksi mereka. Konon, ia didasari atas cerita Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sahabat nabi, yang memiliki tulisan tangan yang sangat indah. Konon karena beliau tidak pernah memegang alat kelaminny...
More