Kami Bukan Malaikat, Kami Bukan Penjahat

Oleh: Maria Mustika Menjadi perempuan yang feminis Bagaimana kita berbicara mengenai seksualitas kita sebagai perempuan? Tentu saja sulit sekali. Kata seks memiliki konotasi porno nan jorok dan membicarakannya menjadikanmu berpikiran jorok. Dengan alasan itulah perempuan ditabukan membahas (bahkan) seksualitasnya sendiri, dilarang membicarakan kelamin sendiri. Karena perempuan yang suka dengan “seks” adalah perempuan murahan dan tidak bermoral. Minimal, itulah yang dipercaya dalam masyarak...
More

Press Statement to respond Discriminative Regulation on Dressing Code in Kendari City

Press Statement from FAMM Indonesia in respond to Discriminative Regulation on Dressing Code in Kendari City Currently there is a regulation No. 18 year 2014 on the establishment of Dressing Code in the Kendari City being socialized and implemented. The goal of this regulation, issued by the Mayor of Kendari, H. Asrun, is to discipline the way people of Kendari, especially women, to dress. As for what is considered as a “good dress” is clothing that cover the limbs, not transparent and no...
More

Buka dan Bicarakan Mitos!

Oleh: Alifatul Arifiati ”Barangsiapa memegang alat kelaminnya sendiri, niscaya matanya akan minus, konsentrasi hafalan menjadi buyar dan lututnya akan keropos.” Paham ini populer di kalangan pesantren. Akibatnya, banyak santri perempuan merasa malu dan berdosa saat diminta membicarakan alat reproduksi mereka. Konon, ia didasari atas cerita Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sahabat nabi, yang memiliki tulisan tangan yang sangat indah. Konon karena beliau tidak pernah memegang alat kelaminny...
More