Valentine; Bagi Kasih Sayang Itu Penting, Untuk Diri Sendiri Juga!

Ini merupakan salah satu judul tulisan yang panjang yang saya tulis. Entah kenapa, standpoint yang ingin disampaikan dalam tulisan ini memang ingin tertangkap langsung oleh pembaca melalui judulnya.

Tulisan ini saya tulis dalam rangka menyambut hari kasih sayang yang sedang banyak oranglain rayakan, biasanya dengan kekasih hati. Dan tulisan ini tidak akan bercerita sejarah, asal-usul beserta tokoh-tokoh valentine tersebut, apalagi membicarakan beragam fakta dan mitosnya.

Valentine atau dikenal Hari kasih sayang semestinya dirayakan setiap hari dan perayaan itu tidak melulu soal hal material, seperti memberi coklat, bunga mawar merah, kado kecil  dan lain sebagainya. Tentu dirayakan dengan porsi yang tepat dan sesuai substansinya: kasih sayang itu sendiri. Apalagi bagi pencinta, kasih sayang harusnya dirayakan dengan penghayatan setiap hari dan setiap detik tanpa menunggu momentum. Begitulah pencinta sejati, kawan!.

Tapi setidaknya, bagi kita yang kebanyakan memang selalu terdorong oleh momentum, hari kasih sayang itu menjadi ruang mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang tadi, minimal tersadar karena dorongan populis tersebut.

Yang harus digaris bawahi, apakah hari kasih sayang itu hanya harus bisa dirayakan oleh sepasang kekasih? Oleh orang yang saling menyayangi? Oleh diri kita dengan orang atau hal lain? Menurutku, tentu saja tidak.

Hari kasih sayang yang biasanya dirayakan untuk mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang pada oranglain, saya interpretasi kembali dengan memaknai hari ini sebagai upaya menyayangi diri sendiri: self love, self care.

Mengapa? Tentu ini adalah refleksi pribadi. Entah kenapa, sejauh ini saya telah merasa jauh dengan diri sendiri. Saya terlalu keras terhadap diri sendiri yang kemudian menjadi lembek kepada hal lain, selain diri sendiri tersebut. Betapa tidak, kita seringkali selalu berusaha menyenangkan banyak orang yang dilain pihak tidak menyenangkan diri sendiri. Saya menyadari demikian, bagaimana denganmu?

Dan saya memilih sebagai bentuk pengungkapan hari kasih sayang yang saya maknai ulang adalah dengan menulis tentang ini. Menulis merupakan pilihan saya mewujudkan self care-self love. Melalui menulis saya menumpahkan apa yang ada di kepala, keresahan ataupun perasaan lainnya bahkan sebagai ‘upaya pengalihan’ saya dari memikirkan dan melakukan hal lain yang kontra produktif dan tentunya itu merugikan dan menyusahkan saya pribadi bahkan oranglain. Dan semoga, pilihan menulis ini menyehatkan.

Terakhir, semoga tulisan ini juga dalam rangka saya membagi kasih sayang itu pada siapapun yang mau membaca tulisan ini. Saya ingin bertanya sekaligus mengajak; sudahkah hari ini menyayangi diri sendiri? Jika belum dan kita masih sibuk dengan membagi sayang kepada orang dan hal lain, hari esok masih ada. Kita masih punya waktu untuk bisa menyenangkan diri sendiri yang itu juga penting, dibanding kita terus bekerja keras menunjukan kasih sayang pada oranglain, apalagi jika hanya sepihak.

Ya, menunjukan kasih sayang pada orang lain adalah boleh dan sah-sah saja apalagi jika kita sanggup melakukannya, tapi jangan lupa bahwa kita masih memiliki diri sendiri yang bisa saja selama ini kita anggap oranglain. Dan yang paling penting adalah kita harus sama-sama yakin bahwa self care dan self love itu bukan egois!.

Dan yang pasti, jika kita telah mencintai diri sendiri, selesai dengan diri sendiri, jika kita masih punya kekuatan untuk mengungkapkan dan menunjukan kasih sayang pada orang atau hal lain, tentu hal itu lebih optimal bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *