Pernyataan Sikap ; Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa Ternate

Pernyataan Sikap

Forum Aktivis Perempuan Muda Indonesia (FAMM-I)

 

Pernyataan sikap dibuat untuk menyikapi Kasus Pelecehan Seksual dalam bentuk Verbal pada 2 Desember 2019 lalu,  yang dilakukan oleh oknum aktivis  mahasiswa Ternate pada unggahan foto yang memperlihatkan suasana diskusi dengan caption Lebih baik terjerat dalam kasus pemerkosaan dari pada memecahkan NKRI, Demokrasi tak pernah gagal”. Pada akun facebooknya yang berujung pada sikap merendahkan martabat korban kekerasan seksual yang selama ini terus diperjuangkan oleh seluruh gerakan perempuan di Indonesia.

 

Sikap atau tindakan itu sangat menciderai perempuan khususnya perempuan korban di seluruh Indonesia dengan memperbandingkan harkat bangsa dengan martabat perempuan. Persoalan perempuan seolah tidak menjadi bagian penting atas persoalan bangsa dan semakin menguatkan wujud patriarki.  Hak asasi perempuan merupakan bagian dari hak asasi manusia sehingga perempuan sebagai manusia juga memiliki hak untuk memperoleh pemenuhan, perlindungan dan penghormatan atas dirinya.

 

Dengan ini, kami  Forum Aktivis Perempuan Muda Indonesia (FAMM-I) yang beranggotakan 300 aktivis perempuan  yang tersebar di 34 Propinsi di seluruh Indonesia merasa sangat terciderai dengan tindakan tersebut tersebut dan menyampaikan pernyataan sikap :

 

  1. Mendukung gerakan dan upaya-upaya yang dilakukan Women’s March Ternate dan seluruh Organisasi yang tergabung didalamnya
  2. Menyayangkan dan Mengecam oknum aktifis mahasiswa Ternate atas tindakkannya yang melecehkan secara verbal bahwa perkosaan bukanlah bahan lelucon
  3. Mendesak oknum aktifis mahasiswa ternate untuk meminta maaf secara terbuka dalam forum publik sebagai wujud penghormatan atas martabat perempuan korban
  4. Dibutuhkan dukungan kepada teman-teman jaringan, media Cetak, elektronik, online untuk bersama-sama memastikan dan menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan dengan tidak menjadikan perkosaan dan pelecehan seksual sebagai lelucon dan melihat perempuan sebatas obyek seksual

Demikian pernyataan sikap kami dengan harapan tidak ada lagi tindakan atau sikap yang merendahkan martabat perempuan dengan menjadikan perempuan sebagai obyek seksual dan bahan lelucon dikemudian hari.

 

 

Jakarta, 16 Desember 2019

FAMM INDONESIA

 

Niken Lestari

Koordinator Pelaksana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *