Cara anak menghentikan kekerasan seksual

Oleh : Herlia Santi

Arie Merdeka Sirait-Ketua Komnas Perlindungan Anak, pada headline Tribun Pekanbaru hari Rabu tanggal 20 Agustus 2014,childabuse1 mengkategorikan kejahatan pada anak di Riau pada kondisi darurat. Karena kondisi yang darurat, maka harus ada tindakan afirmatif yang segera dan mendesak untuk menghentikannya. Tindakan-tindakan itu bisa dilakukan mulai dari level kebijakan, pemerintah, penegak hukum, sekolah, orang tua, dan orang dewasa. Dan yang paling penting adalah pada anak itu sendiri.

Anak sebagai korban adalah pihak pertama yang mengetahui adanya kejahatan dan tentu saja, sebagai pihak pertama yang dapat mencegah adanya tindak kekerasan itu. Pihak lain cenderung baru bertindak setelah kejahatan terjadi dan ini tidak mengurangi kejahatan. Tindakan yang paling sederhana adalah bagaimana menyadarkan dan memberi informasi kepada anak tentang apa yang harus dia lakukan ketika terancam atau mengalami tindak kekerasan.

Tulisan ini bertujuan memberikan tips dan trik yang bisa dilakukan oleh anak khususnya yang sudah dapat memahami ucapan orang lain tentang bagaimana mereka bereaksi ketika menghadapi persoalan itu.

Tips yang disusun dari pengalaman penulisan dalam pendampingan dan dari sumber-sumber lainya tersebut diantaranya:

  1. Katakan “TIDAK”. Kamu punya hak untuk mengatakan tidak untuk semua orang yang mencoba menyentuh kamu sehingga kamu merasa tidak nyaman atau takut.

  2. Beberapa rahasia seharusnya tidak perlu dijaga. Harus kamu pahami bahwa beberapa rahasia tidak bisa kamu rahasiakan, walaupun kamu berjanji untuk tidak mengatakannya. Khususnya menyangkut ketidaknyamanan yang kamu alami.

  3. Tubuhmu milikmu. Cobalah untuk belajar perbedaan ‘sentuhan yang baik’ dan ‘sentuhan yang jahat’. Tidak boleh ada yang menyentuhmu pada bagian-bagian yang sensitive pada tubuhmu sehingga kamu merasa tidak enak. Kamu juga seharusnya tidak menyentuh orang lain yang bisa membuat mereka tidak nyaman

  4. Berteriak. Adalah tepat untuk berteriak jika seseorang mencoba menyakitimu. Kamu tidak harus merasa malu untuk berteriak dan minta tolong ketika kamu ada dalam masalah.

  5. Hati-hati (Jangan) Menerima Hadiah. Jangan ambil uang atau pemberian dari orang tanpa memberi tahu ke orang tuamu atau orang lain yang merawatmu. Biasanya adalah sesuatu yang baik untuk menerima pemberian dari kawan atau keluarga. Tetapi berhati-hatilah menerima hadiah atau pemberian dari orang lain dengan maksud untuk melakukan sesuatu yang salah, apalagi jika yang memberimu adalah seseorang yang belum kenal. Sekali lagi beri tahukan ke orang tuamu pemberian itu.

  6. Bicara dengan seseorang. Jika kamu dihukum secara fisik, verbal atau seksual atau mengalami bullying, bicaralah dengan teman, guru, orang tuamu atau orang lain yang kamu percayai. Ini sulit untuk dilakukan karena ini terkadang tabu dan mungkin akan menambah trauma. Jika kamu merasa kamu tidak mungkin bicara secara langsung tentang itu, cobalah untuk menulis dan jelaskan apa perasaanmu.

  7. Laporkan ke Polisi atau Lembaga Layanan. Negara mempunyai kewajiban melindungi anak. Kamu dapat memanfaatkan lembaga yang ada untuk melindungi kamu. Laporkan perlakuan tidak menyenangkan yang kamu alami ke lembaga tersebut atau Polisi terdekat.

  8. Lari atau menghindar. Jika ada orang asing atau seseorang yang kamu kenal mencoba melukai kamu, maka larilah dan menghindar. Minta tolong. Yakinkan bahwa kamu lari ke arah tempat yang banyak orang.

Kita berharap kondisi darurat ini harus diantisipasi oleh semua pihak terutama anak dan tips ini kami harapkan dapat menjadi bekal bagi anak untuk menghindari kekerasan seksual.

Sumber foto: www.bin.org, megapolitan.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *