Tidak Ada Demokrasi Tanpa Perempuan

Pernyataan Sikap Hari Perempuan Internasional
Forum Aktivis PereMpuan Muda Indonesia (FAMM-I)

Tidak Ada Demokrasi Tanpa Perempuan

Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan International sebagaimana diproklamasikan oleh PBB pada tahun 1977. Tujuan dari peringatan ini adalah menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama menggugat tanggungjawab negara dalam pemenuhan hak-hak konstitusional perempuan dan mendorong perubahan hukum yang berkeadilan bagi perempuan di seluruh dunia.

Sejalan dengan visi FAMM Indonesia yang ingin mendorong kesadaran kritis dan kepemimpinan perempuan muda yang kuat di Indonesia, maka mendekati Pemilu 2014 FAMM-I terdorong berpartisipasi melalui kampanye dan pendidikan politik kepada perempuan.

FAMM Indonesia dengan anggota di hampir 30 provinsi akan mengkoordinasikan Perayaan Hari Perempuan Internasional di berbagai daerah. Anggota FAMM, yang juga bekerja di berbagai LSM atau ormas daerah, berbagai isu, wilayah, dan komunitas, akan memimpin kegiatan di komunitas dan daerah masing-masing untuk menjangkau dan menyebarkan pesan demokrasi kepada masyarakat umum, terutama kelompok pemilih perempuan dampingan.

Melalui perayaan Hari Perempuan Internasional, FAMM-I ingin menyebarkan pesan dan menggugah kesadaran bahwa suara perempuan adalah bagian tidak terpisahkan dari perjalanan demokrasi, di mana pemilu menjadi salah satu mekanismenya. Partisipasi perempuan sebagai calon legislatif dan calon eksekutif memerlukan dukungan dari suara perempuan. Embel-embel “calon pemimpin perempuan harus berkualitas” sering digunakan untuk menyudutkan perempuan karena tuntutan yang sama tidak dikenakan pada caleg laki-laki. Selain itu merupakan tanggung jawab negara untuk mempersiapkan perempuan yang berkualitas melalui pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan politik. Oleh karena itu, di perayaan tahun ini kami mengusung tema Tidak Ada Demokrasi Tanpa Perempuan.

Kami mengambil momen ini untuk menyerukan kepada perempuan Indonesia, terutama kepada pemilih perempuan pemula, agar menggunakan hak mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab pada Pemilu legislatif dan presiden yang akan dilakukan masing-masing tanggal 9 April dan 9 Juli 2014 dengan:
1. mendorong dan memastikan perempuan yang memenuhi syarat untuk terdaftar sebagai pemilih,
2. mendorong perempuan untuk mengenali rekam jejak calon legislatif, calon presiden dan calon wakil presiden,
3. mendorong perempuan untuk memilih pada saat pemilu,
4. menolak politik uang, dan
5. memilih calon pemimpin perempuan di daerah masing-masing.

Perempuan cerdas, memimpin dan bergerak

Malang, 3 Maret 2013
Niken Lestari
Koordinator FAMM Indonesia