Perjalanan Dialog Lintas Generasi

Pada tanggal 21 Agustus 2008, FAMM Indonesia mengadakan dialog lintas generasi perempuan Indonesia di Jakarta. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh konteks gerakan dan wacana aktivis masih kuat dipengaruhi oleh sebagian aktivis perempuan senior. Proses regenerasi feminis dan aktivis perempuan di Indonesia belum berjalan dengan baik. Sementara jalan menuju penegakkan hak-hak perempuan masih sangat panjang dan berliku. Gerakan feminis kemudian menjadi identik dengan figur yang kebanyakan berada di Pulau Jawa.

Kondisi itu mendorong JASS SEA bekerja sama dengan Seknas PEKKA dengan dukungan HIVOS, menyelenggarakan lokakarya “Refleksi dan Revitalisasi Gerakan Perempuan dan Feminis Muda di Indonesia dan Timor Leste”. Acara itu sudah dilangsungkan pada bulan Juni 2007 di Bogor, Jawa Barat dan dihadiri 35 orang aktivis dan feminis muda dari 21 provinsi di Indonesia dan Timor Leste. Lokakarya itu memunculkan suara dari feminis muda yang merasa tidak mendapat tempat dalam gerakan feminis yang sudah berjalan.

Peserta melihat telah terjadi kesenjangan yang muncul dalam gerakan perempuan. Kesenjangan itu meliputi berbagai dimensi termasuk kesenjangan antar generasi, lingkup wilayah, isu dan pendekatan dalam bekerja. Hal itu berdampak pada proses re-generasi dan kaderisasi yang tidak berjalan dengan efektif. Selain itu, lambatnya proses pengorganisasian yang dilakukan di tingkat basis, menyebabkan gerakan perempuan masih dianggap sebagai gerakan elit kelompok perempuan kelas menengah dan perkotaan. Jurang pemisah antara kegiatan pengorganisasian perempuan di akar rumput dengan kegiatan pergerakan perempuan lainnya juga dirasakan masih menjadi halangan.

Bagaimana peran feminis muda yang bekerja dengan komunitas akar rumput dalam gerakan feminis? Apa yang dapat dilakukan feminis senior untuk feminis muda? Apa yang dapat dipelajari dari gerakan perempuan yang sudah berlalu?

Oleh karena itu di akhir lokakarya, peserta membuat beberapa rencana tindak lanjut dan rekomendasi. Salah satunya adalah dialog antar generasi yang mempertemukan feminis muda dengan senior mereka yang ada di Indonesia. Guna mewujudkan rencana tindak lanjut dan rekomendasi tersebut maka JASS-SEA bekerja sama dengan Seknas PEKKA akan menyelenggarakan Dialog antar Generasi Perempuan Indonesia, di Jakarta.

Tujuan
Secara umum dialog antar generasi ini bertujuan untuk menciptakan arena refleksi dan pembelajaran bersama antar berbagai generasi feminis agar dapat saling menguatkan dan saling mengisi dalam perannya masing-masing.

Secara khusus tujuan semiloka mencakup:
Mengadakan dialog interaktif antar generasi muda dan senior serta antar peserta dari berbagai wilayah,
Mengembangkan strategi re-generasi feminis muda dalam gerakan perempuan di Indonesia.

Metoda dan Alur
Dialog antar generasi akan terdiri dari kegiatan yang saling berkaitan satu sama lainnya yaitu seminar dan lokakarya.
1. Seminar akan dilakukan setengah hari dengan mengundang narasumber pengamat dan kawan gerakan perempuan dari kalangan akademisi dan aktivis.

2. Lokakarya akan dilakukan setengah hari berupa arena dialog dan diskusi antar generasi. Sebagian feminis senior dari Jakarta dan beberapa wilayah Indonesia diharapkan dapat hadir dan berpartisipasi secara aktif dalam dialog ini. Di akhir lokakarya diharapkan dapat berkembang berbagai gagasan, strategi, dan pemikiran mengenai regenerasi gerakan perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *