Refleksi dan Revitalisasi Gerakan Perempuan

Lokakarya MBI dimulai dari kegiatan bertema “Refleksi dan Revitalisasi Gerakan Perempuan & Feminis Muda Indonesia dan Timor Leste” yang dilakukan di Bogor, 18-23 Juni 2007.

Latar belakang dari lokakarya tersebut adalah pertanyaan seputar ”Siapa dan di mana posisi kaum feminis sekarang di Indonesia, apa yang telah dicapai, khususnya dalam relasi gender dan kekuasaan” menjadi sebuah pertanyaan penting saat ini. Di samping itu beberapa pemikiran mengenai bagaimana dan apa sebenarnya yang harus diperjuangkan oleh gerakan perempuan masih beragam; bahkan meskipun bermuara ke satu arah yaitu keadilan dan kesetaraan gender misalnya, berbagai pertanyaan, tuntutan dan bahkan konflik sangat mewarnainya.

Di pihak lain, berbagai istilah yang muncul telah juga menyumbang ke kebingungan akan tujuan, arah dan strategi, bahkan alat dan metoda yang digunakan. Mulai dari berbagai pemahaman atas pendidikan atau penyadaran gender, penggunaan alat analisis gender yang ’benar & tepat’, istilah pengarus-utamaan gender dan trajectory gender, sampai kepada aktivis perempuan dan feminis.

Berbagai hasil memang telah dicapai. Institusi yang memfokuskan diri untuk perempuan berkembang, organsiasi perempuan di tingkat pedesaan maupun akar rumput juga berkembang dan mulai berbicara, jumlah perempuan yang menamakan diri sebagai aktivis perempuan cukup banyak, jumlah yang menamakan diri sebagai feminist ada, bahkan kehadiran dalam konferensi internasional tidak terhitung. Tetapi tidak dipungkiri adanya kemunduran atau ancaman kemunduran karena berbagai hal, frustasi dan bahkan langkah mundur karena berbagai hal. Hal ini dapat dilihat dari laporan alternative Beijing +10.

MBI Ind 2007.resized
Sementara itu, tantangan global yang dihadapi juga semakin berat. Berbagai kebijakan Internasional dan trend global dalam aspek sosial, politik dan ekonomi, yang berkembang telah membuat hambatan yang cukup berat bagi perkembangan gerakan perempuan di dunia secara umum dan khususnya di Indonesia. Tidak tersambungkannya berbagai upaya yang berlangsung di tingkat akar rumput dengan upaya di tingkat global, menyebabkan lambatnya perubahan sosial yang diharapkan. Oleh karena itu, gerakan perempuan untuk perubahan social saat ini membutuhkan arena khusus dan fokus untuk merefleksikan berbagai upaya untuk dapat terus berjuang, menguatkan setiap individu yang dapat mengarah ke gerakan dan membangun terus gairah perjuangan para feminis, khususnya para feminis muda.

Just Associate (JASS) sebuah asosiasi aktivist global yang fokus pada upaya memperkuat gerakan perempuan diberbagai belahan dunia (lihat website (www.justassociate.org), telah memulai inisiatif mengembangkan program untuk penguatan gerakan perempuan yang diberi nama Movement Building Institute (MBI). Bekerjasama dengan PRIME-PEKKA Jakarta, dan dukungan dari HIVOS Jakarta, JASS akan memfasilitasi lokakarya refleksi dan revitalisasi gerakan perempuan dan feminis muda di indonesia dan Timor Leste. Lokakarya ini diselenggarakan sebagai langkah awal untuk mengembangkan MBI di tingkat Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *